Sahabat ada 1 teori yang isinya tuc begini:
Ketika kekaguman atau kesimpatisan kepada seseorang terbenak dalam hati, maka kadangkala muncul harapan-harapan kepada seseorang tersebut.
Sehingga timbul dalam benak menuntut ia bersesuaian dengan harapan yang ada dalam pikiran kita, maka dengan begitu mudahlah kita kecewa kepadanya yang kemudian menjadi beban pikiran ketika seseorang tersebut tidak bersesuaian dengan apa yang terdapat didalam pikiran kita.
Dengan begitu, menurunlah pandangan kita kepadanya melebihi ketika pertama kali berkenalan denan ia.
Pikirkanlah sahabat,
Lebih baikkah memberikan harapan harapan kepadanya yang secara belum pasti ia akan dapat memenuhinya, ataukah akan lebih baik ketika kekaguman dan kesimpatisan kita berikan tanpa ada harapan-harapan yang kita jatuhkan kepadanya agar menjauhkan kekawatiran pandangan jikalau terjadi kekecewaan kepadanya dimasa yang akan datang.
jadi sahabatku, pertanyakanlah dalam diri kalian tentang kepantasan harapan yang kalian berikan kepada siapapun.
Ketika kekaguman atau kesimpatisan kepada seseorang terbenak dalam hati, maka kadangkala muncul harapan-harapan kepada seseorang tersebut.
Sehingga timbul dalam benak menuntut ia bersesuaian dengan harapan yang ada dalam pikiran kita, maka dengan begitu mudahlah kita kecewa kepadanya yang kemudian menjadi beban pikiran ketika seseorang tersebut tidak bersesuaian dengan apa yang terdapat didalam pikiran kita.
Dengan begitu, menurunlah pandangan kita kepadanya melebihi ketika pertama kali berkenalan denan ia.
Pikirkanlah sahabat,
Lebih baikkah memberikan harapan harapan kepadanya yang secara belum pasti ia akan dapat memenuhinya, ataukah akan lebih baik ketika kekaguman dan kesimpatisan kita berikan tanpa ada harapan-harapan yang kita jatuhkan kepadanya agar menjauhkan kekawatiran pandangan jikalau terjadi kekecewaan kepadanya dimasa yang akan datang.
jadi sahabatku, pertanyakanlah dalam diri kalian tentang kepantasan harapan yang kalian berikan kepada siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar