Jumat, 13 April 2012

Senin, 9 April 2012

Sunyi Sepi di Malam ini
Berhembus napas menjiwai sukma
Apa kabar dikau
Yang menelaah kenangan aku dan kau

Di sebuah jendela kecil
Bersama rimbun bintang dan terangnya bulan
Terpercik tetesan tangismu
Kala segala harapan besar kau berikan padaku

Tapi apa daya bagiku
Hanya memfanakan diam dan diam
Dan kau terus meneteskan tangis dan tangis
Jahat...
Sungguh jahat diriku

Langit malam kini meneteskan gerimisnya
Seakan faham keadaan hati ini

Disini aku mencoba menggapai mimpiku
Tanpa sadar melupakanmu
Disana kau terus berharap
Dan tak henti tuk selalu berharap

Fahamilah...
Tak mengerti kah kau
Ini bukan saatnya
Ini hanya kemunafikan
Ada hal yang lebih dipentingkan

Demi malam dengan tetesan hujan
Demi gelap dan kesunyian
Demi sukma dan jiwa
Aku pinta...
Aku mohon...

Dengan segala tindak jahatku
Lupakanlah aku..
Benci lah kepadaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar